Rasulullah ﷺ bersabda : “Amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika shalat orang tersebut baik, maka menjadi baiklah seluruh amalnya, dan jika shalat orang tersebut rusak, maka rusak pula seluruh amalnya”.

Begitu pentingnya masalah shalat ini maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar setiap anak sudah dibiasakan melaksanakan shalat sejak umur 7 tahun. Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak sedikit umat Islam yang masih bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat 5 waktu tersebut. Perlu adanya ikhtiar yang maksimal dari setiap orang tua agar setiap anak nantinya menjadi orang yang rajin dalam melaksanakan amal yang paling utama tersebut.

Diantara ikhtiar-ikhtiar tersebut antara lain :

1. Menanamkan Arti Pentingnya Shalat dalam KehidupanDalam hal ini anak-anak perlu diberikan sederhana bahwa kita wajib bersyukur kepada Allah Ta’ala karena Dia telah memberikan nikmat yang banyak seperti makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, kelengkapan anggota tubuh dll. Cara bersyukur kita yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah dengan melaksanakan shalat 5 waktu.

2. Mengajak Anak ShalatUsia 7 – 14 adalah masa emas bagi perkembangan otak seorang anak. Pada masa ini anak bisa menirukan dengan sangat baik apapun yang orang tua ajarkan kepada mereka. Maka dengan mengajak mereka shalat bersama-sama, akan dengan mudah meniru setiap gerakan shalat dari ayah dan ibundanya.

3. Mengajak Shalat di MasjidMengajak anak shalat berjama’ah di Masjid adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak. Hal ini karena mereka akan bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya sehingga secara tidak langsung anak akan semakin rindu menunggu waktu shalat karena mereka akan bertemu dengan teman-temannya lagi di Masjid.

4. Mendidik Anak Untuk Laksanakan Shalat Wajib sesuai usianya Rasulullah ﷺ memberikan 2 tahapan dalam menyuruh seorang anak melaksanakan shalat. Tahap pertama ketika anak berusia 7 tahun, maka ditahap ini orang tua harus intensif dalam memberikan keteladanan dalam melaksanakan shalat. Tahap kedua ketika anak sudah berusia 10 tahun, maka di tahap inilah perlu mulai diberikan reward dan punishment. Reward dapat diberikan dalam bentuk pujian, bisa juga hadiah, sebaliknya punishment bisa diberikan dalam bentuk pukulan yang mendidik.

5. DoaDalam usaha menjadikan anak rajin shalat, maka orang tua perlu senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala sebagaimana doa Nabi Ibrahim ‘alayhissalam “Robbij’alni muqimash shalah wamin dzurriyyati” yang artinya Yaa Allah jadikan aku dan anak keturunanku orang-orang yang mendirikan shalat”.

Wallahu a’lam bish shawab

Oleh ustadz H. Muh. Sim’an, S.Ag.

https://www.facebook.com/photo?fbid=1512414345618279&set=a.417804285079296

Follow juga akun media sosial kami untuk selalu update informasi tentang sekolah kami :

Follow juga akun media sosial kami untuk selalu update informasi tentang sekolah kami :

Instagram SDIT Istiqamah YPAITB : https://instagram.com/sditistiqamah_ypaitb

Facebook SDIT Istiqamah YPAITB : https://www.facebook.com/sditistiqamahypaitb

YouTube SDIT Istiqamah YPAITB : https://www.youtube.com/channel/UCBuKD7_kA2IsBmRvfOlTs9A

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *